Ahmad Bastian Ingatkan Warga Jangan Minum Rendaman Air Batu Meteroit: Bisa Bahaya

Dok. itera Lampung
Dok. itera Lampung
Bagikan

Bandar Lampung – Batu meteorit ditemukan jatuh di rumah warga di Kabupaten Lampung Tengah setelah ramai dilaporkan adanya suara dentuman di sejumlah daerah di Lampung pekan lalu. Anggota DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Lampung, Ahmad Bastian SY meminta fenomena jatuhnya benda antariksa itu disikapi dengan bijaksana.

 

Adapun batu meteroit jatuh di kediaman Munjilah, warga Dusun Astomulyo, Punggur, Lampung Tengah, pada Kamis (28/1) malam. Bahkan genting rumah Munjilah sampai bolong. Tim peneliti bidang studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memastikan batuan kecil yang menimpa rumah warga di Lampung itu adalah meteorit.

 

“Warga Lampung Tengah beruntung dengan fenomena alam kejatuhan batu meteorit karena menurut peneliti, meteorit yang bisa menembus atmosfer saat hujan meteor itu sangat langka,” ujar Ahmad Bastian, Selasa (2/2/2021).

 

Meski begitu, ia meminta warga untuk bersikap bijaksana dengan fenomena alam tersebut. Ini menyusul banyaknya warga yang datang ke kediaman Munjilah untuk meminum air rendaman batu karena dianggap berkhasiat.

 

“Masyarakat kami harapkan agar bijaksana. Harus hati-hati menyikapi fenomena alam seperti ini. Karena penelitian juga masih berjalan apakah meteorit itu memiliki kandungan radioaktif atau tidak,” kata Bastian.

 

“Jangan sampai karena tidak hati-hati dalam menyikapi peristiwa jatuhnya meteorit, malah membahayakan kesehatan warga. Sikap sembrono harus dihindari,” sambung anggota Komite I DPD RI itu.

 

Bastian juga menyoroti banyaknya warga yang datang ke rumah Munjilah karena ingin melihat dan meminum air rendaman batu meteorit. Ia mengingatkan kondisi pandemi yang rentan penyebaran virus Corona (Covid-19) dengan adanya kerumunan.

 

“Kami meminta pihak kepolisian dan pamong desa setempat agar mengingatkan supaya tidak terjadi kerumunan di lokasi jatuhnya meteorit karena bisa berdampak terhadap penularan Corona. Polisi harus membubarkan kalau terjadi lagi kerumunan,” tegas Bastian.

 

BACA JUGA :  Ratusan Nakes di Babel Tak Jadi Divaksin, Senator Alex: Mereka Kelompok Prioritas

Mantan anggota DPRD Lampung Selatan tersebut juga mengimbau agar jangan sampai batu meteorit tersebut dijual. Menurut Bastian, hasil fenomena alam yang langka seharusnya disumbangkan ke negara sebagai bahan penelitian.

 

“Sebaiknya batu meteorit tidak diperjualbelikan. Ada baiknya disumbangkan ke negara dan disimpan di lembaga penelitian atau institusi pendidikan yang memiliki wewenang dalam penelitian benda angkasa,” urainya.

 

Soal apakah batu meteorit ini yang menjadi penyebab suara dentuman besar di Lampung, Bastian meminta pihak yang memiliki kapasitas terkait untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Ia menilai, penyebab dentuman harus dijelaskan secara rinci agar tidak menimbulkan efek di kemudian hari.

 

“Saya rasa memang harus diketahui penyebab dentuman yang buat heboh kemarin ya. Apakah penemuan meteorit ini ada hubungannya atau tidak dengan dentuman itu. Pemda perlu memfasilitasi penelitian tersebut,” ungkap Bastian.

 

ITERA menyebut dentuman di Lampung ada kaitannya dengan penemuan meteorit yang jatuh di rumah warga Dusun Astomulyo. Meski begitu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) meragukan analisis itu karena meteorit kecil yang jatuh ke bumi disebut tidak menimbulkan bunyi dentuman. (ijs/elz)

 

Bagikan

Pos terkait