Geram! China Rahasiakan Data Mentah Covid-19

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (foto: instagram)
Bagikan

Jenewa – Direktur Jendral Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan China telah merahasiakan data saat penyelidik meneliti asal-usul virus korona, Selasa (30/3/21).

Menurutnya, China menolak memberikan data mentah tentang kasus awal Covid-19 sehingga mempersulit upaya tim dalam menemukan bagaiman pandemi ini dimulai.

“Dalam diskusi saya dengan tim, mereka mengungkapkan kesulitan yang dihadapi dalam mengakses data mentah,” kata Tedros dilansir Reuters.

“Saya berharap studi kolaboratif di masa mendatang mencakup berbagi data yang lebih tepat waktu dan komprehensif,” tambahnya.

Hal ini menjadikan WHO dianggap tidak mampu mengungkap virus ini menyebar ke manusia.

Namun dalam laporan akhirnya yang ditulis bersama dengan para ilmuwan China mengatakan, virus tersebut kemungkinan besar ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain.

Tim tersebut juga menyimpulkan, kecil kemungkinan virus tersebut berasal dari insiden kebocoran laboratorium. Menurut Tedros, masalah tersebut memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

“Data dan studi lebih lanjut akan dibutuhkan untuk mencapai kesimpulan yang lebih kuat,” katanya.

Pemimpin tim WHO, Peter Ben Embarek mengatakan, virus tersebut sudah beredar di Wuhan sejak Oktober atau November 2019. Dugaan selanjutnya virus sudah menyebar ke luar negeri lebih awal dari yang selama ini diketahui publik.

Duta Besar Uni Eropa untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Walter Stevens dalam pernyataan resminya menyerukan agar melakukan penelitian lebih lanjut dengan data yang relevan.

“WHO agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan lokasi yang relevan dan semua data manusia, hewan dan lingkungan yang relevan tersedia,” katanya.

(ANS/IJS)

Bagikan
BACA JUGA :  Israel Memperingatkan Rencana Baru untuk Menyerang Iran

Pos terkait