Komite IV DPD RI Minta Pemerintah Perhatikan Pelaku UMKM Berbasis Kearifan Lokal

Anggota Komite IV DPD RI, Asep Hidayat
Anggota Komite IV DPD RI, Asep Hidayat
Bagikan

JAKARTA – Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, meminta kepada pemerintah agar memperhatikan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang berbasis melestarikan kearifan lokal. Sebab, saat ini para pelaku usaha tersebut kesulitan dalam mencari bahan baru, yang menyebabkan minimnya produksi serta kualitas pemasaran.

Anggota Komite IV DPD RI, Asep Hidayat mencontohkan para pelaku UMKM Sutra Garut yang semakin terpinggirkan. Padahal, nilai sejarah dan melestarikan kearifan lokal tersebut yang diusung para pelaku usaha. Pada zaman dahulu, tenun sutra asal Garut, Jawa Barat merupakan penyuplai pakaian KNIL era penjajahan Belanda.

Bacaan Lainnya

“Komite IV meminta dan mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan para UMKM yang melestarikan kearifan lokal, seperti Sutra Garut yang mulai kesulitan mendapatkan bahan baku. Padalah, permintaan hingga saat ini masih banyak namun persediaannya terbatas,” ucap Asep dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3/2021).

Mantan Anggota DPRD Tasikmalaya ini menegaskan, Tenun Sutra Garut yang dihasilkan pelaku UMKM di Jawa Barat sudah dikenal hingga mancanegara. Dengan begitu, dengan melestarikannya akan mendongkrak nilai import Indonesia sehingga akan berpengaruh besar dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Pemerintah kan tengah memiliki program PEN, UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi yang harus diperhatikan. Saatnya pemerintah mulai melirik UMKM yang berbasis kearifan lokal seperti Tenun Sutra Garut, yang permintaan dari luar negeri cukup banyak,” tegas Asep.

Lebih jauh, mantan Anggota MUI Tasikmalaya ini berujar, hampir seluruh kebutuhan lokal bahan baku benang sutera saat ini diimpor dari China karena bahan baku pasokan dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 5% dari total bahan baku produksi seharusnya.

BACA JUGA :  Senator Muda Ini Nilai Program Promo Ongkir Akan Buka Lebar Keran Produk UMKM Babel

“Kurangnya pasokan bahan baku lokal dan ketergantungan bahan baku dari luar negeri mengakibatkan meningkatnya biaya produksi. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan berdampak terhadap keberlanjutan usaha kerajinan sutera yang salah satunya berada di desa Panawuan, Garut,” ungkapnya.

Terakhir, Asep berharap, program Pengembangan Agribisnis Sutera dapat diperhatikan lagi oleh pemerintah. Melalui program ini akan dilakukan beberapa kegiatan seperti misalnya pengembangan produksi dan produktivitas tanaman murbei melalui intensifikasi tanaman dan ekstensifikasi perluasan areal budidaya

“Saran saya pengembangan kelembagaan agribisnis sutera alam (koperasi sutera), peningkatan kesejahteraan petani dan pembudidaya ulat sutera melalui usaha budidaya murbei dan ulat sutera,” tandas Asep (ijs/cha)

Bagikan

Pos terkait