Menteri Risma Jadi Perbincangan Publik Hari Ini, Dua Isu Ini Pemicunya

Foto: kemensos.go.id
Bagikan

Jakarta – Menteri Sosial Tri Risma Harini, menjadi trending di media sosial dan pemberitaan hari ini, Rabu 20/01/2021. Secara umum, Risma  jadi perbincangan hangat  warga net, karena dipicu dua isu utama.

Isu pertama, terkait pernyataan resmi tentang penyebab erupsi Gunung Semeru. Seperti dilansir media Tempo.co, Menteri Risma, menyebut peristiwa erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur kemungkinan merupakan dampak dari pemanasan global atau global warming. Risma menyatakan itu, saat berkunjung ke Kabupaten Lumajang, Senin 18/01/2021.

“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Semua harus siap. Karena memang dampak global warming ini luar biasa,” kata mantan Walikota Surabaya tersebut.

BACA JUGA :  Nyinyir Soal Islam Arogan Abu Janda Sungkem Cak Nanto

Pemberitaan tentang Risma ini, banyak ditanggapi warga net, diantaranya oleh akun Hidayat Nur Wahid @hnurwahid.

“Bukan tugas Mensos mewacanakn soal sebab erupsi Semeru, atau ikut membungkus nasi unt korban banjir. Tapi krn bencana alam makin banyak&luas,sgralah buat kebijakan2 solutif&visioner,perbaiki data2 unt Bansos dll. Agar Rakyat benar2 terbantu&Mensos bisa husnulkhatimah sbg Mentri.” cuit akun merupakan milik Wakil Ketua MPR RI 2019-2024 dari PKS itu.

Akun dengan 1,4 juta pengikut ini, mendapatkan reaksi dari warga net. Postingan Hidayat ini memicu perbincangan, hingga pukul 13.00 sudah di retweet 478 kali dan dilike sebanyak 1,7 ribu kali.

Misalnya, akun bernama WiBee @WiBee18 membalas tweet HIdayat, “Jangan berharap banyak pada mensos ini. Yg bukan tigasnya dia kerjakan tapi yang jadi tugasnya dia lupakan demi pencitraan.”

Isu kedua, selain isu erupsi, perbincangan tentang Menteri Sosial Risma juga diramaikan dengan  tweet dari akun Benny K Harman @BennyHarmanID. Akun dengan 27,4 ribu pengikut ini, meminta penjelasan ke Risma soal data dugaan penerima bansos fiktif.

“Mensos Ibu Risma yth. Mohon jelaskan terbuka informasi beredar luas ttg 16,7 juta penerima Bansos fiktif, tidak ada NIK. Kalo tidak, ini bakal menjadi skandal besar yg meledak awal tahun. Ingat, protes menurunkan pemimpin antara lain karena pusaran korupsi sekitar istana. Liberte!”, cuit Benny di akun Twitternya.

Cuitan Anggota DPR asal Partai Demokrat ini mendapatkan retweet, sekitar 1,8 ribu kali dan dilike 5,8 ribu kali.

Seperti diketahui, berita ini sebenarnya bukanlah berita baru. Hal ini telah disampikan KPK dalam sebuah konferensi pers di KPK, Senin 11/01/2021. Saat itu, Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan menyatakan hal itu gamblang.

“KPK menemukan 16,7 juta orang tidak ada NIK (Nomor Induk Kependudukan) tapi ada di DTKS yang isinya ada 97 juta individu tapi 16 juta itu tidak yakin ada atau tidak orangnya karena jadi kami sampaikan dari dulu hapus saja 16 juta individu itu.” ujar Deputi Pencegahan KPK tersebut.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, pimpinan KPK juga telah menyampikan masalah ini langsung ke Menteri Risma.

BACA JUGA :  Dentuman Misterius Tengah Malam Kagetkan Warga Malang

Berdasarkan data dari Sciograf, Rabu 20/01/2021, Pukul 13.00, perbincangan tentang Risma mencapai 29,041 kali perbincangan di twitter, dan pemberitaan media sebanyak 1,374 kali. Seperti diketahui Sejak diangkat jadi Menteri Sosial, Risma memang acapkali jadi trending di media.

Sciograf adalah layanan Big Data dengan teknologi end to end encryption, yang terdiri dari web/robot crawler, indexing/clustering dan analisis berbasis teknologi big data.

Sciograf dapat memenuhi kebutuhan data terkini dengan keluaran data bervolume sangat besar dan berkecepatan tinggi serta menghubungkan data dengan berbagai format.(ilp/ijs)

Bagikan

Pos terkait