Pemprov Rencana Naikkan HET LPG 3 Kg, Senator Alex: Harus Perhatikan Kondisi Warga

Bagikan

Pangkalpinang – Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meminta tambahan kuota LPG 3 Kg di wilayahnya kepada Ditjen Migas. Anggota DPD RI Dapil Bangka Belitung (Babel) berharap permintaan tersebut dapat dikabulkan mengingat ada penambahan permintaan LPG 3 Kg sejak pandemi virus Corona (Covid-19).

“Pemprov mencatat ada peningkatan kebutuhan LPG 3 Kg di Babel setidaknya mencapai 10%. Ini karena banyak warga beralih profesi dengan berdagang makanan karena pekerjaannya terimbas pandemi Corona,” ujar Alexander Fransiscus, Jumat (29/1/2021).

Permintaan penambahan kuota LPG 3 Kg ini disampaikan Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan langsung saat bertemu dengan Dirjen Migas Tutuka Ariadji beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Babel menyampaikan akan memberlakukan Kartu Kendali LPG 3 Kg untuk pembatasan kuota pembelian.

“Kartu Kendali LPG 3 Kg penting agar gas bersubsidi lebih tepat sasaran. Karena gas LPG 3 Kg ini kan untuk warga miskin ya, tapi banyak pihak yang tidak berhak ikut menggunakannya,” ucap Alexander.

“Kartu Kendali LPG 3 Kg untuk memastikan masyarakat miskin kebagian jatah subsidi gas,” sambungnya.

Nantinya, masyarakat miskin di Babel akan diberikan kartu untuk membeli LPG 3 Kg sesuai dengan jatah dan harga eceran tertinggi (HET). Alexander berharap agar Kartu Kendali LPG 3 Kg ini bisa mengendalikan kuota LPG 3 Kg di Babel.

“Saya harap Kartu Kendali LPG 3 Kg akan berhasil mengendalikan kuota LPG 3 Kg agar benar-benar diperuntukkan bagi warga miskin. Semoga bisa berhasil seperti program Pemprov sebelumnya, Kartu Kendali BBM untuk mengendalikan kuota solar bersubsidi,” tutur anggota Komite II DPD RI itu.

Mengenai LPG 3 Kg, Pemprov Babel juga berencana akan menaikkan HET dari awalnya seharga Rp 15.900. Pemprov ingin menaikkan HET LPG 3 Kg yang belum mengalami kenaikan sejak 2015 untuk mengimbangi peningkatan biaya transportasi.

BACA JUGA :  Senator Lampung Imbau Maskapai Tunda Penerbangan Bila Muncul Potensi Awan Cumulonimbus

Untuk diketahui, pasokan LPG 3 Kg untuk Babel didatangkan dari Palembang, Sumatera Selatan. Jangka waktu pengiriman pun tergantung pada keadaan cuaca, yang bisa terlambat 2-3 hari apabila cuaca sedang buruk.

“Meski memang diperlukan, kenaikan HET LPG 3 Kg juga harus memperhatikan kondisi masyarakat kecil. Jangan sampai kenaikan harga LPG 3 Kg menambah beban mereka saat pandemi,” kata Alexander.

Ditjen Migas menyatakan akan mempertimbangkan permintaan Babel terkait kuota LPG 3 Kg, karena harus memperhatikan kebutuhan daerah lainnya. Alexander berharap jika permintaan tersebut disetujui, Pemda Babel benar-benar melakukan pengawasan ketat.

“Pengawasan ketat dibutuhkan agar kuota LPG bersubsidi tepat sasaran. Apalagi akan ada rencana kenaikan harga, dikhawatirkan akan terjadi penimbunan oleh oknum-oknum nakal sehingga membuat harga LPG 3 Kg melonjak di atas HET,” urai salah satu senator muda itu.

“Pemprov juga harus mengetatkan distribusi supaya kelompok menengah ke atas, termasuk pelaku bisnis besar, tidak menggunakan jatah LPG 3 Kg yang merupakan subsidi bagi warga miskin,” tutup Alexander. (ijs/elz)

Bagikan

Pos terkait