Senator Lampung Imbau Maskapai Tunda Penerbangan Bila Muncul Potensi Awan Cumulonimbus

Ahamad Bastian Foto : istimewa
Ahamad Bastian Foto : istimewa
Bagikan

Bandar Lampung – BMKG mengeluarkan peringatan dini terhadap aktivitas penerbangan karena akan ada pertumbuhan awan cumulonimbus (CB), termasuk di sekitar Lampung. Anggota DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Lampung, Ahmad Bastian SY meminta seluruh maskapai penerbangan, khususnya dengan rute dari dan menuju Lampung untuk waspada.

 

Bacaan Lainnya

“Aktivitas penerbangan rute Lampung harus benar-benar mewaspadai awan cumulonimbus yang dapat mengancam penerbangan,” ungkap Ahmad Bastian, Selasa (2/2/2021).

 

Prakiraan awan CB di Indonesia diberikan BMKG untuk waktu selama 7 hari sejak Minggu (31/1) dengan  presentase 50-75%. Peringatan dini ini dikeluarkan sebagai informasi meteorologi penerbangan.

 

“Diharapkan agar informasi mengenai awan cumulonimbus bisa menjadi panduan kepada para pilot dan pelaku penerbangan lainnya supaya lebih awas lagi,” ucap Bastian.

 

Anggota Komite I DPD RI ini mengingatkan pentingnya mewaspadai potensi bencana untuk memastikan keselamatan penumpang. Bastian menilai, lebih baik maskapai menunda keberangkatan pesawat jika menemukan adanya tanda-tanda awan cumulonimbus.

 

“Seperti diketahui, awan cumulonimbus merupakan salah satu ancaman penyebab terjadinya kecelakaan pesawat. Perlu diingat, awan cumulonimbus menjadi penyebab kecelakaan Pesawat AirAsia QZ 8501 yang jatuh di Selat Karimata pada akhir tahun 2014,” tuturnya.

 

“Oleh karenanya, saya mengimbau kepada pilot dan maskapai agar tidak memaksakan terbang jika cuaca sedang buruk,” sambung Bastian.

 

Dari laporan BMKG, prakiraan pertumbuhan awan cumulonimbus diprediksi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Papua Barat, Papua.

 

BACA JUGA :  Banjir Bandang Terjang Area Puncak Bogor, 474 Warga Dievakuasi

Selain itu, awan cumulonimbus juga diprediksi muncul di  area perairan utara Aceh, perairan barat Sumatera Barat, Selat Karimata sebelah Utara Kepulauan Bangka, Samudra Hindia sebelah barat Lampung hingga Jawa Timur, Laut Jawa, Laut Sumbawa, Selat Makasar, Laut Flores, Laut Sulawesi, Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafuru, Samudra Pasifik utara Papua Barat dan Papua. Bastian meminta warga Lampung menjadikan peringatan dini BMKG sebagai acuan dalam merencanakan perjalanan.

 

“Atur perjalanan dengan risiko seminim mungkin. Bila sekiranya cuaca tidak bersahabat, sebaiknya tunda dulu perjalanan jauh, apalagi sekarang musim hujan masih belum selesai,” terang mantan anggota DPRD Lampung Selatan itu.

 

Awan cumulonimbus diketahui menjadi momok bagi dunia penerbangan karena mengandung badai, petir dan es. Jika pesawat berada di dalam awan cumulonimbus, pesawat akan mengalami turbulensi atau guncangan yang hebat.

 

Sebagai informasi, awan cumulonimbus merupakan ancaman bagi penerbangan karena suhu di dalamnya sangatlah rendah sehingga bisa membekukan mesin pesawat. Jika mesin membeku, maka pesawat tidak dapat berfungsi dan akan jatuh dari ketinggian.

 

“Fenomena alam tidak bisa dihindari, tapi akibat dari fenomena alam tersebut bisa diminimalisir dengan kita melakukan antisipasi dari prediksi yang disampaikan oleh BMKG,” tutup Bastian. (ijs/elz)

 

Bagikan

Pos terkait